Sunday, May 5, 2013
Cara Menang Debat Melawan Kaum Liberal
Friday, August 3, 2012
Waspadai Gejala Kanker Payudara
Sunday, July 29, 2012
Media Dakwah Dalam Bentuk Komik
Tuesday, June 26, 2012
Manfaat Madu Dalam Kehidupan
Sunday, June 17, 2012
Menjadi PNS Kreatif
Friday, June 15, 2012
Wow Konyol : Buku dari Kicauan di Twitter
Sunday, May 20, 2012
Tingkatkan Prestasi Melalui Cuci Otak
Monday, May 14, 2012
Mencegah Gagal Ginjal Sejak Dini
Monday, April 30, 2012
Tirulah Semangat Bangsa Jepang
Tuesday, April 24, 2012
Pola Makan Salah Merusak Kesehatan
Gambar Buku Klik di Sini
Pilih artis yang kamu suka :
Auxilia Paramitha
Chika Jessica
Olla Ramlan
Ustadz Solmed
Kiwil
Monday, April 23, 2012
Prilaku Terlarang Saat Hamil
Saturday, April 14, 2012
Sukses dengan Cara Gila
Melenyapkan Pikiran Negatif
Tuesday, April 10, 2012
Bebas Kanker Berkat Anggur
Tak hanya dimakan begitu saja, fermentasi buahnya pun bisa menjadi minuman lezat.
Selama ini manusia memakan buah anggur dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan buah semata.
Alasan itu tentu tidak salah, karena anggur memang buah yang memikat dan menggoda. Hanya beberapa orang saja yang tahu kalau makan anggur juga berarti telah melindungi diri dari beragam jenis penyakit, terutama kanker.
Lho kok bisa? Jelas bisa, karena zat yang ada dalam buah anggur memang diciptakan Allah sebagai makanan bergizi sekaligus menjaga kesehatan.
Makan buah anggur, sulit sekali kita merasa bosan. Soalnya, anggur juga banyak jenisnya dan rasanya sangat berbeda.
Setidaknya ada 60 jenis anggur dengan ribuan varietas. Warna kulitnya yang beragam, antaranya merah, putih atau bening, kuning atau merah kehitam-hitaman, hitam , hijau dan lainnya.
Anggur merupakan sumber vitamin A, B1, B2, B6 dan vitamin C yang tentunya sangat dibutuhkan tubuh. Selain itu, ia juga kaya akan polifenol yang berperan memberi warna pada tumbuhan, dengan antioksidan yang kuat.
Polifenol berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya. Zat ini juga berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Polifenol berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya. Zat ini juga berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Polifenol juga bermanfaat menurunkan risiko penyakit degenerative, seperti penyakit jantung, Alzheimer dan kanker. Zat ini sendiri ada pada biji, terutama di anggur merah dan putih sebanyak 60-70%.
Sementara kanker yang bisa diberantas dengan cara makan anggur antaranya kanker kulit, kanker payudara, kanker usus besar, dan lainnya. Zat dalam anggur yang membuat kanker mati bernama resveratrol. Zat ini masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan jumlah anggur yang dimakan.
Ia akan meningkatkan konsentrasi antibodi, sehingga bisa menggenjot sistem kekebalan tubuh.
Ia akan menekan perkembangan sel tak sehat, baik tumor maupun kanker. Zat ini akan melemahkan sel kanker yang baru tumbuh, sedang berkembang, sampai yang paling tua sekalipun. Setalah berhasil dilemahkan, barulah sel itu mati dan tak akan bangkit lagi.
Buku berjudul "Cegah Kanker dengan Anggur" ini sangat bermanfaat untuk mengetahui khasiat anggur secar komplit. Buku ini akan menambah alasan bagi Anda untuk rajin makan anggur.
Bahkan kalau bisa menanamnya di rumah, tanam saja dan nikmati buahnya serta segala khasiatnya. Buku ini layak jadi bahan referensi yang berguna bagi keluarga Anda sampai kapanpun.
Judul : Cegah Kanker dengan Anggur
Penulis : Adi D. Tilong
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, Februari 2012
Tebal : 169 halaman
Harga : 28.000,-
Tuesday, December 20, 2011
Tarian Jemari Dalam Sebuah Blog
Blog atau dapat juga disebut sebagai website pribadi telah melahirkan orang-orang yang sukses melalui tulisan. Sebut saja Raditya Dika yang berkat blognya, hingga kini masih eksis dalam dunia kepenulisan dan telah mengeluarkan beberapa buku dalam sejarah hidupnya.
Kini, seorang atlit sepakbola yang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia bahkan namanya dikenal hingga ke negeri jiran, Bambang Pamungkas ikut menulis. Dunia sepakbola sangat lekat dalam kehidupan seorang Bambang Pamungkas, yang akrab dipanggil Bepe. Sehingga kita mengenal sosok Bambang hanya dalam konteks Bambang Pamungkas adalah seorang pemain sepakbola baik untuk Persija Jakarta maupun untuk Timnas Indonesia, itu pun sebatas di layar kaca.
Di balik itu semua, hal-hal lain seperti kapten Timnas Indonesia ini memiliki kebiasaan usil terhadap rekan satu timnya;pintar memasak;dan cita-cita Bambang sesungguhnya adalah guru dan chef, yang tak pernah dipublikasikan sebelumnya. Di sinilah Bambang, yang mencoba membuka diri melalui goresan-goresan penannya di waktu senggang, terutama saat melakoni tour bersama Persija Jakarta.
Bambang mencoba menuliskan segala pandangan, kegelisahan, kritik dan saran serta berbagi pengalamannya secara terbuka di dalam website pribadinya. Mulai dari suka duka bersama Timnas Indonesia, bersama klub-klub yang pernah ia bela hingga hal-hal umum yang masih menjadi rahasia, diungkap dalam buku ini."Jangan pernah berhenti bermimpi, karena mungkin suatu saat mimpi itu akan menjadi kenyataan". Sebuah quote dari Bambang Pamungkas yang daot memotivasi generasi muda.
Banyak hal yang dapat kita pelajari dari buku ini. Sebagai contoh, bagaimana seorang Bambang terus memotivasi dirinya untuk lebih maju, memelihara mimpi-mimpi itu hingga berusaha mewujudkannya menjadi nyata, bagaimana Bambang bangkit dari keterpurukan dan sebagainya.
Bambang bukan hanya sosok pemain profesional yang selalu menjunjung tinggi fair play, namun Bambang adalah sosok seorang motivator dan memberi inspirasi. Buku ini cocok menjadi referensi bagi segala kalangan. Telebih lagi bagi generasi muda yang tengah meniti karir sebagai pemain sepakbola proesional. Kesuksesan Bambang tak lepas dari peran orang-orang di sekitarnya. Nama-nama di balik kesuksesan Bambang di antaranya H. Misranto, dan Hj Suriptinah serta kakak-kakaknya, yang selalu memberi dukungannya terhadap Bambang. Kholiq, seorang guru yang pernah memberikan kesempatan bagi Bambang untuk unjuk gigi di hadapan kakak-kakak kelas yang kerap menganggap remeh dirinya dan akhirnya Bambang berhasil menunjukkan kemampuan bermain sepakbola ke level yang lebih tinggi. Bapak Mirwan, manajaer Bambang, juga dengan senang hati membantu, mendampingi hingga membimbing Bambang di awal-awal karirnya. Masyarakat umum belum tahu hal-hal seperti ini.
Bambang menyadari dirinya bak berada di depan mikroskop. Dan memang ia merasa lebih nyaman untuk terbuka di dalam website pribadinya ketimbang berbicara langsung kepada media. Hingga akhirnya seorang Bambang Pamungkas dikenal sebagai pemain yang memiliki hubungan dingin dengn wartawan. Striker yang identik menggunakan nomor punggung 20 ini, sempat membutuhkan waktu lama sebelum menyetujui tulisan dalam websitenya dirilis menjadi sebuah buku. Buku ini bukan sekedar kumpulan artikel dalam websitenya, namun lebih tepat disebut sebagai autobiografi yang tersaji dalam cara berbeda.
Dilengkapi dengan artikel yang belum pernah dipublikasikan, buku ini juga melukiskan pemikiran dan kritikan Bambang yang mengalir dengan jujur, lugas dan tegas. Banyak pesan yang terkandung dalam setiap artikelnya. Melalui buku ini, Bambang mengajak kita untuk lebih peduli terhadap anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS dan pendrita kanker. Pasalnya, hasil penjualan buku ini akan disumbangkan untuk yayasan yan peduli terhadap anak-anak yang terpapar HIV/AIDS dan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (kanker).
Judul : BEPE20 ; Ketika Jemariku Menari
No ISBN : 9786029663846
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Mei 2011
Saturday, October 29, 2011
Mengenal Kabupaten Karimun Lebih Dalam
Resensi Buku
Judul Buku : Sejarah Daerah Kabupaten Karimun
Penulis : Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang
Penerbit : Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun
Harga : -
Tebal : viii + 210 halaman
Era reformasi yang ditandai dengan jatuhnya rezim Orde Baru pada tahun 1998 ikut mendorong terbentuknya pemekaran daerah-daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Kabupaten Karimun, yang sebelumnya merupakan daerah kepulauan yang terdiri atas tiga kecamatan, yakni Kecamatan Karimun, Kecamatan Tanjung Batu dan Kecamatan Moro.
Sebagai daerah yang resmi menjadi salah satu Kabupaten di Indonesia yakni dengan dikeluarkannya UU no 53 tahun 1999 ( hal 144 ), kehadiran buku Sejarah Daerah Kabupaten Karimun ini pada tahun 2001 diharapkan memperkuat eksistensi Kabupaten ini di mata masyarakat nasional dan internasional. Betapa tidak, sebagai daerah yang posisinya strategis di jalur perdagangan dan industri, mutlak diperlukan adanya buku pedoman tentang sejarah sekaligus potensi yang dimilikinya demi perkembangan kemajuan daerah itu sendiri.
Buku ini perlu dibaca oleh seluruh kalangan, terutama bagi mereka yang ingin memahami sejarah dan budaya masyarakat Kepulauan Riau pada umumnya, dan Kabupaten Karimun khususnya yang dapat dipelajari dengan membaca sejarahnya melalui buku ini. Sesuai dengan tujuan diterbitkannya ,diharapkan dunia wisata Kabupaten Karimun mendapatkan kemajuan, dan pengembangan potensi sumberdaya alam,industri dan perdagangan membawa berkah bagi masyarakatnya, tanpa melupakan sejarah masa lalu daerahnya.
Buku ini merupakah hasil penelitian Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang yang merupakan unit pelaksana teknis dari Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Kementrian Negara Kebudayaan dan Pariwisata yang dilaksanakan pada tahun 2001. Dalam penelitian, badan ini bekerjasama dengan denga berbagai pihak, yakni Pemerintah, swasta, maupun Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang yang sama, baik dalam maupun luar negeri.
Sebagai buku yang ditujukan untuk merekam sejarah suatu daerah, sistematika penulisan dibuat sebagaimana lazimnya laporan hasil penelitian. Pada Bab I Pendahuluan dengan gamblang dijelaskan Latar Belakang Masalah, Tujuan, Ruang Lingkup, Metode dan Sistematika Penulisan. Kemudian dilanjutkan Bab II mengenai Asal Usul nama Daerah Kabupaten Karimun, Bab III sd Bab VI memuat sejarah Karimun yang terbagi dalam beberapa masa penguasa/kerajaan tertentu, dan Bab VII merinci kehidupan ekonomi sosial budaya dan peninggalan sejarah masyarakat Karimun dan Bab VIII merupakan Penutup.
Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh tentang asal usul nama-nama daerah di Kabupaten Karimun, di sini diungkapkan bahwa pemberian nama tempat tersebut didasarkan kepada cerita rakyat yang diturunkan secara turun temurun sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya masyarakat. Sebagai contoh adalah pemberian nama Karimun ( hal 11 ) yang berasal dari ucapan dari seorang pedagang bernama Syech Jalaludin yang pada saat beristirahat di sebuah pulau, melihat cahaya yang keluar dari gunung dan serta merta memuji kebesaran Allah dengan menyebut “Ya Allah Ya Karim yang Mulia”. Kemudian berturut-turut adalah sejarah asal usul nama Tanjung Balai ( hal 14 ), Pulau Buru ( hal 15 ) Tanjung Batu dan Alai ( 17 ) serta Moro ( hal 18 ).
Daerah Karimun dari masa ke masa memiliki peranan penting dalam dunia perdagangan dan transportasi laut, mengingat posisinya yang strategis di persimpangan Selat Malaka dengan laut Cina Selatan dan wilayah Sumatra. Dari zaman dahulu sampai saat ini dengan kondisi demikian, laut di Kepulauan Karimun tidak terlepas dari kehadiran lanon atau bajak laut. Di satu sisi, posisi strategis suatu daerah sangat menguntungkan, sementara di sisi lain timbul problem sosial yang harus diwaspadai terus menerus. Sebagaimana daerah lainnya di Indonesia, sejarah Karimun juga tidak terlepas dari pengaruh kerajaan-kerajaan misalnya Sriwijaya pada abad 13 dengan penguasaannya atas jalur perdagangan Selat Malaka. Kemudian berturut-turut di bawah pengaruh Kerajaan Bentan dan Tumasik ( Singapura ) dan Kerajaan Malaka sebelum Islam yang dipimpin Parameswara. Kemudia Parameswara memeluk Islam pada tahun 1414 dan mengubah namanya menjadi Iskandar Syah yang memberi warna baru terhadap Hukum-Hukum Adat Malaka. Pada tahun 1511 Malaka runtuh dan diganti dengan kesultanan Johor pada tahun 1722.
Sejak penguasaan atas Singapura, Inggris berperan dalam membentuk Kerajaan Riau-Lingga tandingan yang berkedudukan di Singapura yang mengakibatkan sengketa pihak kerajaan yang sebenarnya bersaudara yakni Sultan Abdul Rahman dan Tengku Husin di bawah bayang-bayang dua kekuatan besar, yakni Inggris dan Belanda di mana Karimun berada di bawah kekuasaan Riau Lingga yang berkedudukan di Lingga.
Pada zaman Pendudukan Jepang tidak banyak yang kita ketahui situasi Karimun dari buku ini, karena yang dikisahkan sebagian besar adalah kondisi Kepulauan Riau secara umum. Yang jelas, penduduk Kepualaun Karimun tidak ada yang dilibatkan sebagai tenaga kerja paksa ( Romusha ) melainkan dimanfaatkan Jepang untuk menjadi tenaga sukarela menjaga pulau-pulau dengan nama Gyutai serta kaigun ( hal 92 ). Sementara itu kondisi dan kondisi Kepulauan Karimun pada saat Agresi Militer II seharusnya dibuat dalam sub bab sendiri, dalam buku ini dimasukkan dalam sub bab Penjajahan Jepang, padahal penjajahan Jepang sudah berakhir pada Agustus 1945.
Pada periode 1949 - 1966 dapat dipetik kesimpulan bahwa daerah Karimun pada masa itu tidak berlaku system BC ( Barter Cosignasi ) dan LC ( Letter of Credit ), karena daerah ini sejak zaman penjajahan merupakan daerah Buitus de Tolgibeid ( bebas Bea dan Cukai ), artinya jaringan perdagangan dengan luar negeri terutama dengan Singapura dapat dilakukan sebagaimana aktivitas perdagangan di dalam negeri dengan mata uang yang sah adalah dollar Singapura.
Sementara itu, Kepulauan Karimun yang terdiri dari beragam etnis tidak terlepas dari konflik antar etnis tersebut. Peristiwa konflik terjadi tahun 1964 antara etnis Cina dengan suku Bugis, suku Sumbawa dengan Flores dan Melayu dengan Batak. Konflik yang terjadi diakibatkan oleh kesalahpahaman, yang pada akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.
Masa konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1963 berimbas selama tiga tahun berikutnya di daerah Karimun. Hubungan daerah Karimun dengan Singapura dan Malaysia sangatlah erat, sehingga akibat dari konfrontasi dengan Malaysia membuat Karimun terisolasi dari dunia luar yang selama ini dianggap “menyatu” dengannya.
Keadaan membaik karena pada tahun 1967 barang-barang dari dalam negeri mulai memasuki pasaran Daerah Karimun dan sekitarnya sehingga ketergantungan terhadap Singapura dan Malaysia mulai ditinggalkan. Dengan dikeluarkannya Keppre no 74 tahun 1971, yang berisi tentang pengembangan Pulau Batam, yang dilaksanakan oleh Otorita Batam, dengan serta merta ekonomi Batam tumbuh dengan pesat. Keadaan itu berimbas kepada Daerah Karimun yang merupakan daerah penyangga Pulau Batam.
Akhirnya, pertambangan batu granit di Karimun untuk pertama kali dilaksanakan oleh PT Karimun Granit, disusul dengan eksploitasi tambang lainnya yakni timah, pasir laut, dan pasir darat. Menyusul industri pertambangan, adalah industri galangan kapal yang cukup banyak menyerap tenaga kerja dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah Karimun. Agaknya, kehadiran dua industri ini menjadi leverage bagi kemajuan industri lain di bidan perikanan, perkebunan, dan peternakan.
Wilayah Kabupaten Karimun beserta Kecamatan termasuk luas dan jumlah penduduk dan Kelurahan / Desa di bawahnya dapat diketahui pada halaman 146-148 pada buku ini. Hal ini juga sangat membantu para pembaca buku ini untuk mengetahui lebih dalam Daerah Karimun. Akhirnya, bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang industri dan perdagangan juga diungkap dengan lebih lengkap di Bab ini.
Karena letaknya yang strategis, potensi pariwisata Karimun dan sektor pendukungnya ikut berkembang . Karenanya, industri transportasi laut juga berkembang pesat. Efek negatif dari kenajuan dunia wisata juga diungkap di sini, misalnya resiko merosotnya moral sebagian masyarakat dan wabah AIDS / HIV. Sementara kehidupan sosial masyarakt Karimun yang multietnis terjalin dari hubungan ekonomi dan perdagangan. Dalam kehidupan bergama pun terlihat toleransi yang cukup terpelihara dengan baik.
Sampai saat ini kesenian tradisional masyarakat Melayu di Karimun terpelihara dengan baik. Demikian juga peninggalan sejarah Kepulauan Karimun saat ini dipertahankan dan dikembangkan menjadi objek wisata sejarah yang makin memperkuat identitas dan eksistensi Daerah Karimun di mata khalayak baik nasional maupun internasional.
Buku ini perlu diedit lagi terutama dalam masih terdapatnya kesalahan ketik pada kata, tanda baca, maupun penempatan periode sejarah pada Bab yang tepat seperti yang telah disinggung di atas. Namun demikian, informasi dan pengetahuan yang terdapat dalam buku ini sangat bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi para pembacanya. Tekad yang kuat dan keberanian untuk menerbitkan buku ini patut dihargai.
Akhirnya, kehadiran buku ini cukup menggambarkan sejarah Daerah Karimun lebih mendalam. Buku ini dianjurkan dibaca bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah, para wisatawan, investor , kalangan bisnis,dll yang dapat menjadi acuan dalam melakukan kegiatan dalam bidan masing-masing. Bagi mereka yang ingin berdomisili di Karimun dengan berbagai motif, kiranya buku ini menjadi buku wajib untuk bisa sukses.
Thursday, October 6, 2011
Patriot PSSI, Masih Ada?
Indonesia juga memiliki tim sepakbola yang dicintai masyarakat, tim mana lagi kalau buka PSSI. Andrea Hirata kali ini membakar rasa patriotisme Indonesia sambil bercerita dalam bentuk novel. Ia menghadirkan Sebelas Patriot sebagai novel ketujuh dalam bahasa Indonesia.
Novel ini membawa kisah yang menggetarkan dan sangat inspiratif. Berkisah tentang seorang anak yang sangat menyayangi ayahnya. Ia berlatih kuat dengan harapan bisa bergabung dengan PSSI. Sebagai wujud cinta sang anak kepada ayahnya, sekaligus meneruskan cita-cita sang ayah yang kandas sebagai pemain terbaik Indonesia di usia muda.
Pada masa penjajahan Belanda, Van Holden memerintahkan agar hari kelahiran Ratu Belanda diperingati di tanah jajahan. Orang-orang Melayu dipaksa memeriahkan hari kelahiran Ratu dari bangsa yang terang-terangan menindas mereka.
Perayaan ditandai dengan pertandingan olahraga dalam kompetisi piala Distric be heerder. Orang Belanda bertanding dengan orang jajahan. Sehebat apapun, orang jajahan tidak boleh menang melawan penjajah.
Dan ayah dari tokoh utama dalam novel ini, Ikal, berperan sebagai penyerang sayap kiri yang hebat. Sayang sang ayah dibungkam dan tempurung lututnya dihancurkan oleh Belanda sehingga cita-citanya menjadi pemain sepakbola pun kandas.
Ikal pun bertekad meneruskan cita-cita sang ayah agar terpilih menjadi pemain PSSI. Banyak sukaduka yang dialaminya. Sayang Ikal gagal menjadi pemain PSSI hanya karena hal sepele.
Novel ini cukup unik karena dijual bersama dengan sekeping CD yang berisi tiga buah lagu yang lirik dan aransemen musiknya diciptakan oleh Andrea Hirata. Lagu-lagu tersebut berjudul PSSI,Aku Datang-Sebelas Patriot-dan Sorak Indonesia. Novel dan lagu adalah kesatuan karya.
Andrea Hirata sendiri menyebut lagu-lagu itu sebagai puisi yang dinyanyikan yang sarat dengan semangat bergelora. Lagu yang cocok dinyanyikan oleh para suporter timnas PSSI.
Dalam novel ini Andrea Hirata juga mengajak seluruh rakyat Indonesia pecinta PSSI untuk menyebut diri mereka sebagai 'patriot PSSI'.

Judul Buku : Sebelas Patriot
Penulis : Andrea Hirata
Tebal : 180 halaman
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Cetakan : Pertama, Juni 2011
Monday, October 3, 2011
Jika Jodoh tak Kunjung Datang
di tengah desakan orang tua dan orang-orang dekat agar segera menikah, tingkat stres menjadi lebih tinggi.
Jodoh, memang sudah ditetapkan sebagai suatu misteri, hak prerogatif Tuhan, demikian pakar berpendapat. Tak ada yang memaksa ia supaya cepat datang, dan tak ada yang bisa menghentikan kehadirannya.
Ia dengan gampang bisa dibatalkan saat detik ijab kabul akan diucapkan, dan bisa hadir di saat genting yang hanya beberapa menit saja. Begitulah jodoh, dicari ia menjauh, tak diundang ia datang dengans sendirinya.
Lalu apa yang dilakukan jika jodoh tak kunjung datang juga? Memang susah dan bikin puyeng, jika sudah kepala tiga belum juga menikah.
Mereka yang dalam posisi begini kebanyakan akan mengalami krisis percaya diri. Mereka akan periksa sana-sini, di mana letak kesalahan diri. Apa kurang cantik, bergaya jadul, tak menarik ataukah terlalu over acting terhadap lawan jenis.
Bagi mereka yang paham ilmu agama, hal ini dianggap sebagai ujian iman yang lumayan berat. Di tengah gunjingan keluarga, terkadang timbul sesal di hati, kenapa dulu tak pacaran.
Mengapa dulu bersikap jual mahal, saat surat cinta dan sms begitu banyak menyapa. Kenapa dulu gemar menolak cinta saat bunga sedang mekar-mekarnya.
Mengapa dulu pilih-pilih, ketika sudah ada pinangan yang menyatakan dirinya sanggup membuat bahagia. Kenapa dulu tak mengutamakan lelaki shaleh atau wanita shalehah, dan lebih mengutamakan wajah, kekayaan dan keturunan.
Kini semuanya berlalu bersama sinar kecantikan yang mulai memudar, rasa sesal datang menghujam-hujam. Andai waktu bisa diputar kembali, rasanya ingin dirajut ulang semua kesalahan yang telah diperbuat.
Rasanya ingin diambil semua kesempatan yang datang, tanpa harus banyak pertimbangan. Rasanya ingin diberi peluang untuk mereka yang telah menyatakan komitmen siap bersama meraih kebahagiaan, tanpa harus mensyaratkan kerja yang mapan.
Yach, sayang semuanya telah pergi sekejam waktu yang pantang ditarik ulur. Ia hanya meyisakan kenangan yang menyakitkan.
Sekarang, apa yang harus dilakukan untuk mencegah kesalahan serupa? Kalau memang jodoh tak datang kala usia di bawah 30-an, mungkin datang menjelang 40-an, atau malah di akhir usia.
Jika memang tak harus menikah dengan pria lajang atau perawan, minimal dapat janda beranak satu atau lima, atau duda cerai mati atau karena alasan pemahaman agama calon istri/suami. Jikapun tak dapat anak, anak angkat pun jadilah.
Jika memang tak dapat dari kalangan orang shaleh, mungkin Allah memberi tantangan untuk mendidiknya kala sudah terikat suami istri. Jika memang belum mapan, siapa tahu setelag menikah pintu rezeki dibuka lebar-lebar. Rahasia Allah memang tak bisa ditebak. Dialah pemilik rahasia di atas rahasia. Satu hal harus diingat : prasangka baik harus tetap diberikan kepada Allah. Mungkin kita memang disediakan untuk lelaki atau wanita yang wafat sebelum menikah. Bisa jadi kita akan dinikahkan di surga nantinya.
Untuk itu jangan bersedih jika usaha memang sudah maksimal dilakukan. Usaha yang dilakukan bisa menjadi buah jawab, jika Rasulullah kelak bertanya penyebab Anda wafat tidak dalam status suami atau istri seseorang.
Buku berjudul "Teman dalam Penantian" ini, merupakan kumpulan nasehat dari penulis, bagi Anda yang belum mendapat pasangan. Bahasanya memang terkesan menggurui atau seperti nasehat ustad di atas mimbar.
Jangan bosan membaca nasehat-nasehat dalam buku ini, karena sanggup membuahkan kebaikan dalam hidup Anda. Bak kata orang bijak, ambil positifnya dan perbaiki hidup kita jika memang ada yang salah.

Judul : Teman dalam Penantian
Penulis : Mas Udik Abdullah
Penerbit : Pro-U Media
Cetakan : Pertama 2010
Tebal : 188 halaman
Sumber : Harian Singgalang Minggu
Tuesday, September 6, 2011
Legenda Troy
Troy sendiri merupakan sebuah negara dengan benteng yang sangat kuat. Hampir tak ada musuh yang sanggup menaklukkannya, disebabkan begitu kuatnya benteng itu. Namun ini tidak berlaku bagi Achilles, yang dengan kehebatannya mampu menembus benteng Troy dan menaklukkannya.
Legenda dari Yunani ini terus menjadi perbincangan dari masa ke masa. Tentu tak lain begitu fenomenalnya cara penaklukannya.
Pasukan Achilles sendiri sebenarnya hampir kalah total, jika tidak ditarik mundur. Maka dari itu, sebuah strategi harus dilakukan , agar bisa memasuki Troy dan kemudian menaklukkan penghuninya.
Ide brillian itu akhirnya datang, dengan membuat kuda kayu yang dirancang dengan membawa anggota kesenian. Karena yang datang pelaku seni, maka penjaga jadi lengah. Pesta kemenangan memang belum usai. Beragam minuman keras masih tergeletak dan airnya masih terlihat menetes.
Saat sudah berada di kota Troy, pasukan Achilles langsung melakukan penyerangan dan membuka pintu depan. Akhirnya kota itu porak poranda dan Troy berhasil ditaklukkan dan menyebabkan malu luar biasa.
Achilles berhasil membunuh Hector dan Priam sendiri tewas di tangan Agamemnom. Sementara Achilles akhirnya tewas di tangan Paris, walaupun Bersies coba menghalangi.
Cerita ini begitu populer, banyak yang mengakui bahwa bangsa Yunanilah pemiliknya. So, jika pengarang Indonesia berhasil membukukannya dalam bentuk novel, bagaimana menurut pendapat Anda?
Judul : Troy
Pengarang : Zaenal Fanani
penerbit : Laksana
Cetakan : Pertama, Mei 2010
Tebal : 437 halaman
Agar Suami Tetap Setia

Menurut Ibnu Shaby pengarang buku Agar Suami Tak Selingkuh ini, ada beberapa penyebab suami berselingkuh. Antaranya istri terlalu dominan. Prilaku istri yang terkesan mendominasi persoalan rumahtangga, akan membuat kehormatan suami terinjak-injak.
Penyebab lainnya karena istri terlau cerewet. Sikap cerewet sealalu membuat suami tak betah di rumah. Orang cerewet biasanya suka berkomentar pedas dan sulit mengakui kebenaran orang lain.
Perselingkuhan terjadi juga karena alasan mencari ketenangan.Perlakuan yang ia terima dari sang istri, membuat sang suami mencari ketenangan pada wanita lain. Jika wanita ke-2 pandai menyenangkan hatinya, maka perhatian pada istri pertama akan terus berkurang dan berkurang.
Istri yang nurut pada suami, juga juga menyebabkan terjadinya perselingkuhan. Apalagi kalau pasif di ranjang, akan membuat kehidupan rumah tangga hambar.
Perselingkuhan sering dipicu oleh faktor jarak yang berjauhan. Jika suami berkerja di kota A, istri di kota B, hingga jarang berjumpa. Keadaan ini mudah membuat terjadinya perselingkuhan.
Sementara faktor lainnya adalah sudah jemu dengan pasangan, ingin mencoba dengan yang lain, ketergantungan gonta-ganti pasangan, dan sikap bimbang. Sedangkan di pihak istri yang membiarkan suaminya selingkuh, membuat suaminya makin terpuruk dalam perselingkuhan.
Sebagian suami ada pula yang suka dengan sensasi selingkuh, mungkin untuk selingan semata. Dan penyebabnya aalah iman yang lemah dan tidak bisa mengendalikan diri.
Buku berjudul Agar Suami tak Selingkuh ini layak dimiliki dan dibaca suami istri. Selain memuat penyebab suami selingkuh, juga membahasa tempat-tempat yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan. Adanya hotel murah, tempat kerja yang mendukung dan lainnya membuat perselingkuhan makin marak.
Para istri ditunjukkan oleh buku ini akan ciri-ciri suami yang suka selingkuh. Beberapa di antaranya, suami tiba-tiba baik hati tanpa sebab, di mana trik ini digunakan untuk menutupi apa yang telah dilakukannya.
Suami juga jadi serign berbohong, suka mengambil jarak dan sering marah-marah. Jika Anda yang mencuci baju suami, perhatikan apakah ada bekas lipstik bau parfum perempuan atau rambut perempuan nempel di pakaian suami.
Tentu masih banyak lagi yang dipakai sebagai peringatan. Sementara akibat perselingkuhan banyak sedikitnya akan berdampak kepada istri. Terutama penyakit menular seksual atau AIDS.
Penulis juga berbagi tips cara menghadapi suami yang selingkuh dan tips pencegahan agar suami tak selingkuh. Jika dipelajari dan diamalkan, maka bisa menutup kemungkinan agar suami tak selingkuh.
Judul : Agar Suami Tak Selingkuh
Pengarang : Ibnu Shaby
Cetakan : Pertama, Juli 2011
Tebal : 215 halaman

