Thursday, October 6, 2011

Patriot PSSI, Masih Ada?

Sepakbola memang olahraga yang memiliki daya tarik besar tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi manusia dari berbagai penjuru dunia. Tidak hanya itu, para penggila sepakbola juga memiliki tim kesayangannya yang selalu didukung dan dibela terutama ketika pertandingan berlangsung.

Indonesia juga memiliki tim sepakbola yang dicintai masyarakat, tim mana lagi kalau buka PSSI. Andrea Hirata kali ini membakar rasa patriotisme Indonesia sambil bercerita dalam bentuk novel. Ia menghadirkan Sebelas Patriot sebagai novel ketujuh dalam bahasa Indonesia.

Novel ini membawa kisah yang menggetarkan dan sangat inspiratif. Berkisah tentang seorang anak yang sangat menyayangi ayahnya. Ia berlatih kuat dengan harapan bisa bergabung dengan PSSI. Sebagai wujud cinta sang anak kepada ayahnya, sekaligus meneruskan cita-cita sang ayah yang kandas sebagai pemain terbaik Indonesia di usia muda.

Pada masa penjajahan Belanda, Van Holden memerintahkan agar hari kelahiran Ratu Belanda diperingati di tanah jajahan. Orang-orang Melayu dipaksa memeriahkan hari kelahiran Ratu dari bangsa yang terang-terangan menindas mereka.

Perayaan ditandai dengan pertandingan olahraga dalam kompetisi piala Distric be heerder. Orang Belanda bertanding dengan orang jajahan. Sehebat apapun, orang jajahan tidak boleh menang melawan penjajah.

Dan ayah dari tokoh utama dalam novel ini, Ikal, berperan sebagai penyerang sayap kiri yang hebat. Sayang sang ayah dibungkam dan tempurung lututnya dihancurkan oleh Belanda sehingga cita-citanya menjadi pemain sepakbola pun kandas.

Ikal pun bertekad meneruskan cita-cita sang ayah agar terpilih menjadi pemain PSSI. Banyak sukaduka yang dialaminya. Sayang Ikal gagal menjadi pemain PSSI hanya karena hal sepele.

Novel ini cukup unik karena dijual bersama dengan sekeping CD yang berisi tiga buah lagu yang lirik dan aransemen musiknya diciptakan oleh Andrea Hirata. Lagu-lagu tersebut berjudul PSSI,Aku Datang-Sebelas Patriot-dan Sorak Indonesia. Novel dan lagu adalah kesatuan karya.

Andrea Hirata sendiri menyebut lagu-lagu itu sebagai puisi yang dinyanyikan yang sarat dengan semangat bergelora. Lagu yang cocok dinyanyikan oleh para suporter timnas PSSI.

Dalam novel ini Andrea Hirata juga mengajak seluruh rakyat Indonesia pecinta PSSI untuk menyebut diri mereka sebagai 'patriot PSSI'.



Judul Buku : Sebelas Patriot
Penulis : Andrea Hirata
Tebal : 180 halaman
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Cetakan : Pertama, Juni 2011

Tuesday, October 4, 2011

Keistimewaan Bangku Dekat Pintu Darurat di Pesawat

Belasan kali sudah saya naik pesawat. Dan berkali-kali saya minta kepada petugas check in di bandara agar bisa duduk di 1F (paling depan kanan dekat jendela) atau baris 2 sampai 5 apakah dekat jendela atau tidak bebas saja. Tapi permintaan saya tak pernah digubris. Hal ini sudah membuat saya dongkol karena dalam lima penerbangan terakhir, dengan maskapai yang berbeda-beda, permintaan saya tak pernah dipenuhi.

Bangku menyebalkan itu dekat dengan pintu darurat. Mending di 1A paling depan sebelah kiri, ini malah sedikit menggembirakan. Apa sebab? Karena berhadap-hadapan dengan dua pramugari cantik yang duduk di belakang kabin menghadap ke penumpang..he he he. Tapi yang bikin gak enak, saya selalu diceramahin mereka sebelum pesawat take off untuk menerima petunjuk jika terjadi pendaratan darurat. Sebel.

Rasa dongkol berujung pada penasaran. Saya mesti tanya-tanya ke Mbah Google. Biasa, mesin pencari di jagad internet itu pasti bisa menjawab pertanyaan. Dengan mengetik kata kunci "bangku pintu darurat di pesawat", saya akhirnya terdampar di sebuah blog ibu-ibu bernama "Bundadontworrys's Blog".


Postingan di blog tersebut membuka pikiran saya mengapa petugas check in di bandara tak pernah mau memenuhi permintaan saya untuk memilih bangku di pesawat. Akhir-akhir ini saya sering bepergian sendiri dengan pesawat, dan itu cocok dengan kriteria yang terpilih untuk menghuni bangku dekat pintu darurat.

Berikut ini ciri-ciri mereka yang terpilih duduk dekat pintu darurat :
  1. Bepergian sendiri atau bersama pasangan (akhir-akhir ini saya sering sendiri)
  2. Tidak membawa anak (anak saya kan di kampung)
  3. Terlihat sehat dan fit. Ooh itu ciri khas saya,meski meriang tetep ceria hehehehe. Lihatlah foto jagoan di atas. Kecilnya kaya gitu, gimana gedenya?
  4. Bicara dalam bahasa ibu yang sama dengan pramugari (inget : pramugari bukan ibu saya) hehehehe
Duduk di bangku tersebut membuat saya menjadi (calon) pahlawan terhormat, menyelamatkan semua penumpang dengan bekerja sama dengan pramugari yang cantik-cantik itu. Itu menjadi kewajiban jika terjadi pendaratan darurat. Berikut tugas-tugas penumpang yang duduk di bangku dekat pintu darurat :
  1. Membuka pintu darurat
  2. Mengembangkan rakit atau sekoci penyelamat
  3. Mengarahkan penumpang menuju pintu darurat dan tempat yang lebih aman setelah evakuasi
Apa kelebihan duduk di dekat pintu darurat? Tentu saja karena jarak bangku ini dengan bangku di depannya lebar sehingga bisa selonjor. Nah, seringnya malah ketiduran. Hwakakak.