Sabtu, 17 September 2011

Bagaimana Memelihara Minat Baca

Saya pernah bertanya kepada teman-teman yang berusia 40 lebih. Mengapa mereka jarang membaca? Sebagian besar menyatakan cepat mengantuk atau kelelahan jika membaca buku atau tulisan yang sedikit berat seperti opini di media massa. Sebagian yang lain bilang tidak punya waktu. Ada juga yang balik bertanya kepada saya untuk apalagi membaca ?

Sementara itu sebagian kecil menyatakan mereka tetap merasa harus membaca. Bagi mereka membaca merupakan suatu keharusan. Tidak lengkap rasanya jika tidak membaca beberapa halaman buku atau laman berita seperti Vivanews misalnya. Siapa mereka itu?

Sebagian kecil dari mereka itu adalah blogger atau mereka yang rajin menulis di media. Mengapa mereka bisa memelihara minat baca sepanjang hayatnya? Karena membaca merupakan sebuah kebutuhan. Bagaimana bisa menghasilkan suatu tulisan yang berbobot jika ogah membaca. Apapun kendalanya, bagi mereka yang rajin menulis mesti mau dan meningkatkan pengetahuannya dengan membaca. Memperdalam ilmu dan memperluas cakrawala berpikir. Bukankah dengan membaca kita dapat memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum pernah didapatkan?

Kesimpulannya, jika ingin lancar Ngeblog maka sediakanlah waktu beberapa menit sehari untuk membaca buku atau postingan para blogger lainnya. Dan jangan lupa kasih komentar sebagai bukti bahwa kita sudah paham apa yang sudah kita baca. Sekaligus wujud terimakasih kepada penulisnya. maka

Selasa, 13 September 2011

Tips Ringkas Menulis Opini dengan Analisis Problem Solving


Menulis opini sebaiknya benar-benar hasil pemikiran penulis pribadi atas suatu fenomena tertentu. Nah, pada kesempatan ini saya mencoba memberi sumbangan berupa tips pemecahan masalah dalam manajemen, yang sebenarnya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menulis opini.

Adapun cara memecahkan masalah adalah dengan menganalisa problem yang muncul. Biasanya, orang menulis opini bertujuan untuk memperbaiki suatu keadaan atau fenomena yang buruk di dalam masyarakat. Setidaknya, mencoba menawarkan gagasan yang kiranya membantu memecahkan persoalan atau peristiwa yang terjadi.

Berikut ini ringkasan peta analisa yang dipakai :
ANALISA SITUASI

Apa yang mengalami penyimpangan /peristiwa?
Di mana hal itu terjadi?
Kapan hal itu terjadi?

ANALISA PERSOALAN
Mengapa (sebab apa) hal itu terjadi?
Mengembangkan kemungkinan penyebab penyimpangan / peristiwa
Mencari penyebab penyimpangan / peristiwa
Mencari penyebab yang paling mungkin

ANALISA KEPUTUSAN
Mengembangkan alternatif penanggulangan
Memilih alternatif yang paling baik (memutuskan)
Membuat rencana tindakan

ANALISIS PERSOALAN POTENSIAL
Antisipasi terhadap kemungkinan ekses
Membuat langkah pengamanan / preventif (menghilangkan penyebab)
Protektif (mengurangi akibat)
Korektif ( memperbaiki selama dalam proses )

Tulisan ini hanya alternatif saja dalam menganalisis berita atau peristiwa. Memang tidak semua step dapat dipakai dalam menulis opini. Saya sendiri membuat catatan ini karena merasa pas saja. Mudah-mudahan dapat membantu dalam menulis opini.

Minggu, 11 September 2011

Untuk Apa Anda Menulis?

Itulah yang sering ditanyakan teman-teman kepada saya. Apakah saya ingin kaya dan terkenal? Pertanyaan ini berujung kepada : Apa motivasi saya dalam menulis? Jujur saja, awal ketertarikan saya menulis (kembali) adalah karena hampir tujuh belas tahun yang lalu, saya pernah mengirim sebuah cerita yang akhirnya dimuat di salah satu majalah nasional di Jakarta.

Waktu itu belum terpikir oleh saya tulisan itu dimuat atau tidak. Ditulis tanpa beban. Karena saya memang suka dan berlangganan majalah itu. Tidak ada pikiran untuk mendapatkan uang banyak. Hanya ingin ikut saja bercerita di sana. Jika diingat kembali, ingin sekali rasanya memiliki motivasi seperti itu. Menulis dengan santai.

Namun, menulis seperti itu kayaknya mudah jenuh. Bisa-bisa tidak menulis atau libur menulis dalam waktu lama. Saya berharap memiliki 'peta' motivasi agar tidak mudah jenuh atau patah semangat. Akhirnya, saya menemukan beberapa motivasi dalam menulis dalam sebuah koran usang. Setidaknya, dengan beberapa alasan atau motivasi menulis di bawah ini, semangat saya untuk menulis di blog tetap menyala :
  1. Ekonomi Seseorang menulis supaya memperoleh sumber penghasilan. Bukan suatu hal yang mustahil ia dapat memperoleh penghasilan besar dari menulis dengan catatan ia bisa produktif dan terus menjaga mutu tulisan.
  2. Idealisme Seseorang menulis agar tulisannya dibaca banyak orang.Lewat tulisan ia memperjuangkan sesuatu yang ia yakini. Ia tidak terlalu memikirkan aspek ekonomi. Ia cukup puas bila idenya dibaca dan diterima banyak orang.
  3. Ingin terlibat dalam proses perubahan sosial Melalui tulisa seseorang ingin berperan dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang sedang berkembang di masyarakat lewat opini, kritik dan masukan.
  4. Ingin berdakwah Motivasi ini biasanya dimiliki kalangan rohaniwan. Tulisan-tulisannya khusus dan ditulis dalam media khusus.
  5. Media eskpresi Seseorang ingin menuangkan ide-idenya secara bebas ke dalam tulisan.Ia tidak peduli apa kata orang terhadap tulisannya. Menulis sebagai media ekspresi dan aktualisasi diri merupakan kenikmatan tersendiri yang tidak bisa ditukar dengan uang.
  6. Terkenal dan mengejar popularitas Anda mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang bermimpi menjadi penulis besar yang terkenal ke seluruh dunia, yang karya-karyanya dirindukan banyak orang. Tidak mustahil mimpi Anda akan menjadi kenyataan bila Anda memiliki optimisme dan semangat juang yang tinggi. Dengan menulis di media nama Anda dikenal masyarakat. Orang bisa menjadi terkenal dari menulis.
Seorang penulis bisa mempunya satu, dua atau lebih motivasi sekaligus. Apapun alasan seseorang dalam menulis sah-sah saja. Nah, sekarang saya ingin tau : Apa motivasi Anda dalam menulis? Moga tercapai ya...


Kamis, 08 September 2011

Perlukah Bakat Dalam Menulis?

Ah, saya tidak berbakat. Begitulah jawaban seorang teman ketika saya bertanya apakah dia ikut serta dalam sebuah lomba menulis. Agaknya, bakat sering menjadi momok atau alasan bagi orang untuk mulai menulis. Padahal menulis itu mudah lho, minimal tidak sesulit yang kita bayangkan.

Lihat saja anak kecil yang baru mulai berjalan.Dia akan sering jatuh, kemudian bangun lagi, demikian terus berulang-ulang sampai ia sanggup berlari bahkan memanjat dan meloncat dari tempat yang agak tinggi. Demikian juga dalam berbicara, mencoba bicara sesanggupnya saja. Kemudian mendengar, melihat dan meniru orang-orang di sekitarnya berbicara, dan akhirnya lancar berbicara. Itulah bakat. 

Tepatnya, saya setuju dengan definisi bakat seperti deskripsi di atas. Bakat yang muncul ketika kita melakukan suatu  pengulangan aktivitas tertentu sampai mahir. Pengulangan dari pikiran, perasaan dan prilaku. Jika terus menerus dilakukan, maka diharapkan kita sudah memiliki bakat terhadap suatu aktivitas atau keterampilan.

Sementara itu, menulis, dalam hal ini menulis di blog juga merupakan suatu bentuk ketrampilan. Apa modal menulis? Modal dasarnya adalah membaca. Membaca itu memperkuat landasan berpikir, semakin banyak informasi yang tertinggal dalam benak kita, maka dapat dipastilkan kita makin pintar. Makin pintar kita pasti berbanding lurus dengan semakin banyaknya analisa dan logika yang dominan di kepala kita.Membaca, dalam hal ini juga membaca peristiwa atau kejadian, tidak harus membaca buku dan media bacaan lainnya.

Jika sudah terdefinisi pengertian dari bakat pada tulisan bercetak biru di atas, maka banyak-banyaklah membaca. Lakukan berulang-ulang. Kemudian coba tuliskan apa yang Anda baca atau amati menurut bahasa Anda sendiri. Jika belum bisa ditulis, ceritakan kemudian rekamlah dengan handphone atau alat perekam. Nah, alat perekan itu kemudian Anda putar, lalu tuliskan. Lakukan terus menerus.

Jika sudah tidak diperlukan lagi alat perekam, maka latihlah menulis setiap hari. Apa yang ditulis? Apa saja yang ada dalam pikiran dan perasaan Anda. Jangan ragu-ragu, tuangkan saja ke dalam tulisan. Kerja keraslah yang menentukan apakah kita berbakat menulis atau tidak.

Seorang ilmuwan kelas dunia,Thomas Alva Edison mengatakan bahwa sukses adalah 1% bakat, dan 99% kerja keras. Menurut saya, sukses itu 100% kerja keras.


Anda punya pendapat lain ? Dengan mulai menulis komentar, berarti Anda mulai membangun bakat dalam menulis.

Selasa, 06 September 2011

Legenda Troy

Perang Troya memang sangat melegenda. Tak hanya tulisan sastra yang yang coba mengabadikannya, tapi juga sudah difilmkan dan masuk dunia teater. Filmnya yang apik mengundang decak kagum, karena digarap mendekati peristiwa sesungguhnya.

Troy sendiri merupakan sebuah negara dengan benteng yang sangat kuat. Hampir tak ada musuh yang sanggup menaklukkannya, disebabkan begitu kuatnya benteng itu. Namun ini tidak berlaku bagi Achilles, yang dengan kehebatannya mampu menembus benteng Troy dan menaklukkannya.

Legenda dari Yunani ini terus menjadi perbincangan dari masa ke masa. Tentu tak lain begitu fenomenalnya cara penaklukannya.

Pasukan Achilles sendiri sebenarnya hampir kalah total, jika tidak ditarik mundur. Maka dari itu, sebuah strategi harus dilakukan , agar bisa memasuki Troy dan kemudian menaklukkan penghuninya.

Ide brillian itu akhirnya datang, dengan membuat kuda kayu yang dirancang dengan membawa anggota kesenian. Karena yang datang pelaku seni, maka penjaga jadi lengah. Pesta kemenangan memang belum usai. Beragam minuman keras masih tergeletak dan airnya masih terlihat menetes.

Saat sudah berada di kota Troy, pasukan Achilles langsung melakukan penyerangan dan membuka pintu depan. Akhirnya kota itu porak poranda dan Troy berhasil ditaklukkan dan menyebabkan malu luar biasa.

Achilles berhasil membunuh Hector dan Priam sendiri tewas di tangan Agamemnom. Sementara Achilles akhirnya tewas di tangan Paris, walaupun Bersies coba menghalangi.

Cerita ini begitu populer, banyak yang mengakui bahwa bangsa Yunanilah pemiliknya. So, jika pengarang Indonesia berhasil membukukannya dalam bentuk novel, bagaimana menurut pendapat Anda?

Judul : Troy
Pengarang : Zaenal Fanani
penerbit : Laksana
Cetakan : Pertama, Mei 2010
Tebal : 437 halaman

Agar Suami Tetap Setia


Perselingkuhan sering mendera rumahtangga karena beragam faktor. Jika bukan karena sang istri yang kurang melayani dengan baik (kata suami), bisa jadi memang suami yang kegatelan (kata istri). Namun, benarkah timbulnya perselingkuhan cendrung disebabkan oleh istri?

Menurut Ibnu Shaby pengarang buku Agar Suami Tak Selingkuh ini, ada beberapa penyebab suami berselingkuh. Antaranya istri terlalu dominan. Prilaku istri yang terkesan mendominasi persoalan rumahtangga, akan membuat kehormatan suami terinjak-injak.

Penyebab lainnya karena istri terlau cerewet. Sikap cerewet sealalu membuat suami tak betah di rumah. Orang cerewet biasanya suka berkomentar pedas dan sulit mengakui kebenaran orang lain.

Perselingkuhan terjadi juga karena alasan mencari ketenangan.Perlakuan yang ia terima dari sang istri, membuat sang suami mencari ketenangan pada wanita lain. Jika wanita ke-2 pandai menyenangkan hatinya, maka perhatian pada istri pertama akan terus berkurang dan berkurang.

Istri yang nurut pada suami, juga juga menyebabkan terjadinya perselingkuhan. Apalagi kalau pasif di ranjang, akan membuat kehidupan rumah tangga hambar.

Perselingkuhan sering dipicu oleh faktor jarak yang berjauhan. Jika suami berkerja di kota A, istri di kota B, hingga jarang berjumpa. Keadaan ini mudah membuat terjadinya perselingkuhan.

Sementara faktor lainnya adalah sudah jemu dengan pasangan, ingin mencoba dengan yang lain, ketergantungan gonta-ganti pasangan, dan sikap bimbang. Sedangkan di pihak istri yang membiarkan suaminya selingkuh, membuat suaminya makin terpuruk dalam perselingkuhan.

Sebagian suami ada pula yang suka dengan sensasi selingkuh, mungkin untuk selingan semata. Dan penyebabnya aalah iman yang lemah dan tidak bisa mengendalikan diri.

Buku berjudul Agar Suami tak Selingkuh ini layak dimiliki dan dibaca suami istri. Selain memuat penyebab suami selingkuh, juga membahasa tempat-tempat yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan. Adanya hotel murah, tempat kerja yang mendukung dan lainnya membuat perselingkuhan makin marak.

Para istri ditunjukkan oleh buku ini akan ciri-ciri suami yang suka selingkuh. Beberapa di antaranya, suami tiba-tiba baik hati tanpa sebab, di mana trik ini digunakan untuk menutupi apa yang telah dilakukannya.

Suami juga jadi serign berbohong, suka mengambil jarak dan sering marah-marah. Jika Anda yang mencuci baju suami, perhatikan apakah ada bekas lipstik bau parfum perempuan atau rambut perempuan nempel di pakaian suami.

Tentu masih banyak lagi yang dipakai sebagai peringatan. Sementara akibat perselingkuhan banyak sedikitnya akan berdampak kepada istri. Terutama penyakit menular seksual atau AIDS.

Penulis juga berbagi tips cara menghadapi suami yang selingkuh dan tips pencegahan agar suami tak selingkuh. Jika dipelajari dan diamalkan, maka bisa menutup kemungkinan agar suami tak selingkuh.

Judul : Agar Suami Tak Selingkuh
Pengarang : Ibnu Shaby
Cetakan : Pertama, Juli 2011
Tebal : 215 halaman

Kumpulan Puisi Tiga Negara

Indonesia-Malaysia Portugal. Tiga negara yang disatukan oleh keragaman berkata-kata dalam puisi. Tiga warna kesusasteraan yang tak jauh berbeda namun juga tak sama. Pembauran ini yang akhirnya menambah khasanah makna sajak-sajak yang selama ini tumbuh berkembang. Mengapa Indonesia-Malaysia-Portugal?

Jawabannya sungguh sederhana. Portugal sebagai negara Barat yang pertama kali 'datang' ke nusantara sedikit banyak telah meninggalkan jejak-jejak yang masih tersisa hingga saat ini.Tak pelak, kesenian berbahasa juga termasuk di dalamnya. Begitu juga Malaysia, sang negara jiran. Satu keluarga serumpun : Melayu.

Karya-karya penyair ketiga negara ini berhasil disandingkan oleh penyusun dalam rupan yang apik. Tanpa bermaksud membandingkan mana yang bagus mana yang tidak. Namun, lebih kepada unsur pembelajarandan pengumpulan makna yang lebih mendalam. Di samping itu bukankah sebuah kemungkinan bila seni dapat menyatukan dua atau tiga bangsa.

Laiknya penyair Indonesia yang mengusung tema-tema kesedihan, cinta, perjuangan, kepahlawanan, penyair Portugal dari masa ke masa ada juga yang mengambil tema-tema tersebut. Namun, pada awal masa perkembangan puisi di Portugal, penyair lebih banyak mengangkat tema-tema damai, senandung persahabatan, ejekan yang dipadu dengan humor dan keanggunan komposisinya.

Seperti Raja Dinis, yang dikenal dengan raja puisi di tahun 60-an ia menulis senandung puisi dengan judul "Wahai bunga, bunga pinus hijau" salah satu liriknya ditulis sebagai berikut :
Wahai bunga, bunga pinus hijau
Tahukah engkau kabar kawanku?
Oh Tuhan di manakah gerangan dia

Sedangkan dari Indonesia, beberapa nama besar seperti Raja Ali Haji yang terkenal dengan Gurindam Dua Belas-nya, Muhammad Yamin, Sutan Takdir Alisyahbana, Sapardi Djoko Damono, dan banyak lagi penyair-penyair Indonesia yang mengigit di jamannya. Sebuah antologo puisi yang membangkitkan rasa penasaran.

Judul : Antologia dePoeticas
Penyusun : Maria Emilia dan Danny Susanto
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 424 halaman